Spider-Man: Homecoming (2017)

 

Dibintangi oleh: Tom Holland, Michael Keaton, Robert Downey Jr., Marisa Tomei, Jon Favreau, Gwyneth Paltrow, Zendaya, Jacob Batalon, Laura Harrier

Penulis: Jonathan Goldstein, John Francis Daley

Sutradara: Jon Watts

Genre: Action, Adventure, Sci-Fi

Rating: PG-13

Durasi: 133 menit

 

SPOILER ALERT!!!

 

It demands more oomph!

Untuk sebuah awal yang baru dari karakter yang sudah melegenda, film ini cukup bagus. Tetapi menurut saya pribadi, karakter sekelas Spider-Man semestinya bisa memberi kesan yang lebih. Acungan jempol pantas diberikan kepada tim penulis MARVEL STUDIOS yang telah menciptakan MCU (Marvel Cinematic Universe)dengan begitu rapi dan saling berhubungan antara film yang satu dengan yang lainnya.

Peter Parker di film ini digambarkan sebagai seorang remaja yang kurang populer atau bisa dibilang nerd. Tetapi tidak seperti versi webslinger sebelumnya yang banyak bicara sombong saat beraksi, versi terbaru ini sepertinya lebih merujuk pada versi komik Spider-Man yang ditulis oleh Stan Lee dan Steve Ditko di awal tahun 60-an yaitu sebagai seorang penyendiri.

Kesan sebagai film remaja begitu terasa. Cerita yang dibangun lebih terfokus pada kisah Peter seorang remaja yang penuh dengan problematika di sekolah dan romantika dengan teman sekolah. Karena sebelumnya kita disuguhi kisah yang lebih kompleks dan jumlah superhero yang berlebihan (in a good way) oleh Marvel Studios, film ini jadi agak sulit memenuhi ekspektasi saya pribadi.

“If you’re nothing without the suit, then you shouldn’t have it.”

Sebagaimana seorang anak remaja, Peter Parker menjadi terlalu bernafsu untuk memerangi kejahatan, apalagi setelah dilibatkan oleh Iron Man dalam ‘perdebatan’ sengit dengan Captain America. Karena terlalu ‘bersemangat’, seringkali dia berbuat kesalahan dan ceroboh.

Walaupun tidak digambarkan bagaimana Peter mendapatkan kekuatannya, kekuatan yang membuatnya ingin melindungi ‘orang kecil’, kisah dalam film ini seolah-olah mengajarkannya untuk bisa lebih dewasa, lebih mandiri tanpa bergantung pada orang lain atau sesuatu. Film ini menggambarkan bagaimana seseorang harus bisa menemukan jati dirinya, eventhough they have to find it the hard way.

Untungnya, sedikit twist mendekati klimaks dari cerita membuat film ini jadi lebih menarik dan kehadiran Iron Man di cerita ini juga tidak hanya sekedar ‘nongol’. Adegan di kapal ferry mengingatkan saya pada adegan Spider-Man yang lain saat berusaha menghentikan kereta. Meskipun ada kemiripan, kesan yang ditimbulkan sangat berbeda karena akhir dari insiden juga berbeda.

 

My verdict: 3.5 stars out of 5 stars.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s